Selasa, 27 September 2011
13.31 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Teks dan Foto : Willam Muhamad Nasution
Bandung- Selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu dari tanggal 23-25 September diadakan Braga Festival 2011 yang biasa diadakan setiap tahun. Acara dengan tema “Balik Bandung!” ini sekaligus diselengarakan dalam rangka menyambut HUT Bandung ke 201 yang jatuh pada tanggal 25 September. Braga Festival 2011 dibagi menjadi tiga area, yaitu Braga panjang, Braga pendek dan Cikapundung Timur. Di sepanjang jalan Braga panjang diisi oleh para seniman, catwalk on the street, serta berbagai komunitas. Sementara jalan Braga pendek dipakai untuk area sawah, pameran produk kreatif dan kerajinan. Terakhir, jalan Cikapundung Timur digunakan sebagai area pasar tradisional dan kuliner.

Gedung New Majestic dan Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) yang masih di kawasan Braga juga digunakan sebagai venue untuk pertunjukan musik dan film indie. Selain itu ada juga bioskop dalam bus pertama di Indonesia, dan pameran foto.
Kemeriahan Braga Festival 2011 sudah berlangsung sejak hari pertama sekalipun baru dibuka pada malam hari oleh Walikota Bandung Dada Rosada. Arsitektur kolonial jalan Braga yang legendaris tampak semakin cantik disorot oleh berbagai lampu festival, dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Pertunjukan yang ditampilkan di beberapa panggung membuat suasana begitu hidup, sehingga setiap beberapa langkah selalu ada acara menarik yang bisa kita tonton. Acara-acara disana bercampur baur antara yang tradisional dan modern, maupun yang masa kini maupun masa lalu.

Ribuan seniman berpartisipasi dalam Braga Festival kali ini, sehingga kegiatan ini bisa dijadikan sebagai etalase kreatifitas masyarakat Bandung juga event tahunan yang ditunggu banyak orang serta berskala internasional.
Sayang sekali jika acara tahunan kota Bandung ini dilewatkan begitu saja. Hanya dalam event ini jalan Braga yang padat ditutup dan kita dapat merasakan kembali kemegahannya. Jalan yang berjajaran bangunan kolonial itu pernah begitu tersohor hingga ke benua Eropa, kini dengan berkunjung ke Festival Braga 2011 kita dapat merasakan dan memahami mengapa itu bisa terjadi. (wmn)
dikutip dari: http://www.indonesiakreatif.net/index.php/id/news/read/kemeriahan-dan-kreatifitas-ruang-kota-di-braga-festival-2011
Bandung- Selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu dari tanggal 23-25 September diadakan Braga Festival 2011 yang biasa diadakan setiap tahun. Acara dengan tema “Balik Bandung!” ini sekaligus diselengarakan dalam rangka menyambut HUT Bandung ke 201 yang jatuh pada tanggal 25 September. Braga Festival 2011 dibagi menjadi tiga area, yaitu Braga panjang, Braga pendek dan Cikapundung Timur. Di sepanjang jalan Braga panjang diisi oleh para seniman, catwalk on the street, serta berbagai komunitas. Sementara jalan Braga pendek dipakai untuk area sawah, pameran produk kreatif dan kerajinan. Terakhir, jalan Cikapundung Timur digunakan sebagai area pasar tradisional dan kuliner.
Gedung New Majestic dan Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) yang masih di kawasan Braga juga digunakan sebagai venue untuk pertunjukan musik dan film indie. Selain itu ada juga bioskop dalam bus pertama di Indonesia, dan pameran foto.
Kemeriahan Braga Festival 2011 sudah berlangsung sejak hari pertama sekalipun baru dibuka pada malam hari oleh Walikota Bandung Dada Rosada. Arsitektur kolonial jalan Braga yang legendaris tampak semakin cantik disorot oleh berbagai lampu festival, dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Pertunjukan yang ditampilkan di beberapa panggung membuat suasana begitu hidup, sehingga setiap beberapa langkah selalu ada acara menarik yang bisa kita tonton. Acara-acara disana bercampur baur antara yang tradisional dan modern, maupun yang masa kini maupun masa lalu.
Ribuan seniman berpartisipasi dalam Braga Festival kali ini, sehingga kegiatan ini bisa dijadikan sebagai etalase kreatifitas masyarakat Bandung juga event tahunan yang ditunggu banyak orang serta berskala internasional.
Sayang sekali jika acara tahunan kota Bandung ini dilewatkan begitu saja. Hanya dalam event ini jalan Braga yang padat ditutup dan kita dapat merasakan kembali kemegahannya. Jalan yang berjajaran bangunan kolonial itu pernah begitu tersohor hingga ke benua Eropa, kini dengan berkunjung ke Festival Braga 2011 kita dapat merasakan dan memahami mengapa itu bisa terjadi. (wmn)
dikutip dari: http://www.indonesiakreatif.net/index.php/id/news/read/kemeriahan-dan-kreatifitas-ruang-kota-di-braga-festival-2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar