Sabtu, 15 Januari 2011
21.02 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Saat TNOL menyambangi bengkel yang ‘bertitel’ Tai – Man milik Iput akhir Oktober kemarin, bengkel itu tengah memperbaiki sepeda motor antik merk AJS rakitan tahun 1954. Motor tua buatan Inggris tersebut milik Bayu, salah- satu anggota komunitas sepeda motor antik Brother Hood dari Bandung Jawa Barat.
“Butuh waktu lama untuk menghidupkan karena susah mendapatkan spare- part,” ujar Iput, panggilan akrab lelaki ramah ini.
Katanya, motor AJS digeber dalam tempo tiga hari, karena motor tersebut hendak diboyong dalam satu acara komunitas Brother Hood di Kuningan Jawa Barat. Selain memperbaiki motor AJS, lelaki berciri rambut digelung mirip mpu zaman dulu ini juga sedang memperbaiki motor antik merk Jawa rakitan tahun 1955, Matchless rakitan tahun 1953 dan BMW R 25 rakitan tahun 1955.
“Kalau udah tenar pasti akan dicari,” ucapnya meyakinkan.
Bengkel Tai – Man, sambung Iput, memang berbeda dengan bengkel sepeda motor tua lainnya. Karena di bengkelnya, setiap motor yang masuk pasti akan langsung dilayani sehingga tidak mengulur – ulur waktu. Bahkan, kalau spare- part tersedia maka dalam tempo satu hari pun bisa dikerjakan.
“Itu belum dengan sistem pengapian. Kalau pengapiannya yang orisinal menggunakan magnit beli spart partnya saja Rp 1,5 juta,” ujarnya.
Iput menuturkan, untuk service mesin sepeda motor tua dibutuhkan sedikitnya Rp 5 juta. Sementara untuk service total dari mesin hingga body maka dibutukan sedikitnya Rp 10 juta. Sementara waktu penyelesaiannya tergantung dari susah atau tidaknya mendapatkan spare- part.
Selama menekuni usaha bengkel, kendalanya adalah sangat susah mendapatkan spare-part atau suku cadang. Jika tidak melakukan kanibal, maka dirinya hunting ke teman – temannya yang mencintai sepeda motor tua.
Meski agak sulit mendapat spare part, ternyata ada kepuasan tersendiri jika motor yang di service-nya bisa hidup dan bisa digunakan touring tanpa menemukan masalah.
”Kepuasan yang didapat selain mendapatkan materi juga ada kepuasan batin. Apalagi jika motor bisa berjalan dan tidak mendapatkan masalah. Kepuasan itu yang tidak diungkapkan dengan kata-kata,” paparnya.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/index-successstories/6700-tai-man-bengkelnya-motor-antik-.html
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.