Senin, 18 April 2011
10.11 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
"Musik adalah seni merangkai dan menggabungkan berbagai macam suara untuk membawa efek keindahan bagi yang mendengarnya. Tapi mendengarkan (to hear) berbeda dengan menyimak (to listen). Dalam proses produksi musik, keahlian yang wajib dimiliki adalah menyimak musik, tidak sekedar mendengarkan" tukas Jack, yang juga berprofesi sebagai dosen Fakultas Conservatory Music di Universitas Pelita Harapan, menekankan hal ini.
Dimulai dari tahun 2000-an, terjadi “perang” yang disebut Loudness War di dunia musik. Ada salah pengertian, yaitu semakin kencang suatu musik, maka semakin hebat pula musik itu. Menurut Jack, musik yang semacam inilah yang banyak beredar di masyarakat sekarang. Musik instan yang berorientasi bisnis dan hanya memanfaatkan momentum yang ada. Sedangkan seorang musisi itu seharusnya ditempa dalam waktu yang lama, tidak bisa sekali jadi.
“Penasaran? Coba saja dibandingkan musik dari tahun 80-an, 90-an, sampai ke 2000-an. Pasti berbeda sekali,” imbuhnya.
“Memang, dalam proses rekaman, dimulai dari penciptaan lagu sampai lagu tersebut jadi, banyak terjadi konflik kepentingan. Di sinilah fungsi seorang produser. Produser yang baik, mampu berkompromi dengan semua konflik dan mengarahkannya menjadi musik yang berkualitas,” jelasnya lebih lanjut. Di sinilah diperlukannya attitude, sikap dan prinsip dari seorang musisi.
“Memang, dalam proses rekaman, dimulai dari penciptaan lagu sampai lagu tersebut jadi, banyak terjadi konflik kepentingan. Di sinilah fungsi seorang produser. Produser yang baik, mampu berkompromi dengan semua konflik dan mengarahkannya menjadi musik yang berkualitas,” jelasnya lebih lanjut. Di sinilah diperlukannya attitude, sikap dan prinsip dari seorang musisi.
Selain dalam industri musik, sound design memegang peranan penting dalam kesuksesan sebuah film. Seorang sound designer menciptakan efek suara yang diperlukan. Sehingga untuk menjadi seorang sound designer, diperlukan imajinasi. Dalam film, proses sound design dibilang berhasil jika gambar yang dilihat sesuai dan bisa diterima dengan suara yang didengar.
“Di film Transformer, misalnya. Kita tidak tahu bagaimana suara robot sebesar itu. Tapi sound designernya mampu menciptakannya dengan menggabungkan suara mesin, decit ban, besi beradu, sehingga penonton percaya seperti itulah suara robot besar,” jelasnya.
Menurutnya, profesi sound designer adalah profesi yangsangat menjanjikan karena di Indonesia belum banyak yang mengeksplornya.
Tertarik dengan sound design dan produksi musik pada umumnya? Jack juga bisa dihubungi lewat akun twitter-nya: @jackartsonic.
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.