Senin, 18 April 2011
10.09 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Tim UNIKOM yang beranggotakan Yusrilla Keerloza, Taufiq N Nizar sebagai dosen pembimbing serta dua mahasiswa Ridyan Ardiyan dan Heri Safarrudin dengan robot bernama DU99 RWE berhasil juara pertama di kelas Advance Robo Waiter dan juara 1 dan 2 di kelas standar Robo Waiter. Kelas Robo Waiter adalah kelas robot yang mempunyai kemampuan melayani manusia. Dalam kompetisi ini robot harus dapat memindahkan suatu obyek dari satu lokasi ke lokasi lain, dan harus berhasil melewati rintangan yang ada.
Tim UNIKOM akan berlaga di dua kompetisi, selain di Connecticut, mereka juga akan berlaga di ajang Robogames 2011, di San Mateo California pada 15 - 17 April 2011. Seperti yang dikutip dari detiknet, walaupun dengan biaya sendiri, Tim Unikom bersemangat untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia mampu bersaing di bidang robotika.
"Kenapa kita terkesan ngotot harus ikut pertandingan ini tiap tahunnya karena kita ingin menunjukan bahwa kita sudah mampu dalam bidang robotika," papar Yusrilla Kerlooza, Ketua Tim Robotika Unikom.
"Kenapa kita terkesan ngotot harus ikut pertandingan ini tiap tahunnya karena kita ingin menunjukan bahwa kita sudah mampu dalam bidang robotika," papar Yusrilla Kerlooza, Ketua Tim Robotika Unikom.
Selain itu Yusrilla Keerloza berpendapat kompetisi robot di wilayah barat Amerika ini akan membuka kemungkinan jalinan kerjasama penelitian , dan dapat mempertemukan industri, peneliti dan kampus. Tak hanya itu Yusrilla juga berharap Indonesia dapat menjadi penghubung bagi industri robotika dan memberikan sumbangsih kepada perkembangan robot dunia.
Yusrilla juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Kementerian Luar Negeri Indoensia, yang banyak membantu Tim Indonesia saat mengikuti kompetisi robot di Amerika.
Pada kedua ajang ini Tim UNIKOM membawa sepuluh robot. Kesepuluh robot buatan Unikom tersebut adalah DU99 RWS, DU99 RWS4, DU99 RWE, DU116 RP, DU114 v.11, DU114 v.11 RR4, DU112 SE, DU112SE1, DU112 MS dan KARAT. Robot seri DU99 adalah robot yang berlaga di 18 th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest dan sisanya akan berlaga di 2011 RoboGames pada tanggal 15 – 17 April 2011.
Untuk KARAT akan mengikuti suatu kategori yang disponsori oleh Google. KARAT yang hampir seluruhnya terbuat dari barang-barang bekas, akan menggunakan taknologi Cloud Computing. Robot KARAT ini dibuat oleh veteran Robogames 2009 Rodi Hartono dan Taufiq N Nizar akan berlomba di kategori 3 kg Network Sumo. Pada kaetgori ini robot akan bertarung kekuatan layaknya olahraga sumo, yang paling kuat bertahan dia yang menang.
ITB dan UGM menyabet Juara di Kategori Robot Berkaki dan Beroda
Selain Tim UNIKOM, Tim ITB dan Tim UGM juga berhasil berprestasi di ajang 18 th Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest ini. Tim ITB yang beranggotakan Syawaludin Rachmatullah, Samratul Fuady, Ashlih Dameitry, membawa robot pemadam api Zarqun dan Asa yang masing-masing menjadi juara pertama dan kedua untuk kategori Walking Robot.
Sedangkan Tim Ironfire UGM yang terdiri dari empat mahasiswa Farid Inawan, Noer Azis Ismail, Luiz Rizki Ramelan dari jurusan Teknik Elektro angkatan 2009 dan Wahyu Wijayanto jurusan Teknik Mesin angkatan 2008. Tim yang dibimbing oleh Ir Priyatmadi MT ini berhasil menyabet juara 1 dan 2 untuk kategori robot beroda. Uniknya, tim UGM ini merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sebelumnya berprestasi di Kompetisi Robot Malang pada 2010 lalu.
Selamat untuk seluruh tim robotika Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di mancanegara!!!
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.