Minggu, 27 Maret 2011
Foto : IstimewaFoto : IstimewaRUGI rasanya kalau ke Bali tanpa singgah ke Ubud. Betapa tidak, wilayah yang lekat dengan sebutan desa seni ini acapkali disebut sebagai desa international karena hampir di sepanjang jalan dipadati dengan restoran, hotel dan para penjual kerajinan lokal.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaJuga terdapat banyak
penginapan dari homestay sampai dengan boutique hotel berkelas international. Tak ketinggalan museum seni juga terdapat disini, seperti Neka, Antonio Blanco, Arma dan lain-lain. Terletak di Kabupaten Gianyar, wilayah ini menawarkan wisata seni dan budaya bagi kita. Sebuah pasar lokal yang menjual berbagai produk seni yang murah bisa kita singgahi.  Kita pun bisa menikmati hidangan tradisional di rumah makan bernuansa persawahan.
Semenjak wisata di Bali booming, kawasan Ubud berkembang menjadi sentra hasil kerajinan seni di Bali mulai dari ukiran kayu, kerajinan emas dan perak, lukisan dan seni lainnya. Kehidupan budaya lokal Bali pun masih dijaga kuat di sini. Dan, di kawasan Ubud banyak dijadikan sebagai tempat belajar seni bagi utamanya wisatawan asing. Mereka umumnya tinggal di sini dan sehari-harinya diisi dengan belajar interaksi dengan penduduk lokal.
monkey-sanctuary-ubud-balimonkey-sanctuary-ubud-baliKawasan wisata yang bisa dikunjungi seperti antara lain Puri  Agung, Museum Puri Lukisan Ubud,  Wanara Wana, dan lainnya. Puri Agung Ubud terletak tepat di jantung kota Ubud. Merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Ubud pada zaman dahulu, serta sebagai pusat kegiatan seni budaya dan adat yang diadakan tepat di depan puri. Puri Ubud masih memiliki tata ruang dan bangunan yang dipertahankan seperti aslinya. Di halaman depan, setelah pintu gerbang, terdapat area yang disebut Ancak Saji. Di sini seminggu sekali diadakan pertunjukan seni tari, bagi wisatawan.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaSementara itu Museum Puri Lukisan Ubud, merupakan obyek wisata yang terletak sekitar 200 meter dari Puri Saren dan dipisahkan oleh sebuah lembah kecil, naik ke sebidang dataran yang luas dengan pemandangan yang sangat indah. Di sini situasi sangat tenang dan jauh dari keramaian sehingga  tempat yang cocok bagi mereka yang ingin melihat dan menikmati hasil seni para seniman besar seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Nyana, Anak Agung Gde Sobrat, I Gusti Made Deblog, Mr.Rudolf Bonnet,Walter Spies dan lain sebagainya
Museum ini di buka pada tahun 1956 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Moh.Yamin. Museum ini terdiri dari tiga bangunan utama berbentuk U, di tengah-tengah adalah taman museum dan kolam dengan bunga tunjung yang indah.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaBangunan 1 adalah tempat pameran tetap untuk lukisan bergaya wayang atau wayang style, lukisan-lukisan dari I Gusti Nyoman Lempad dan penjelasan mengenai keberadaan organisasi Pita Maha. Bangunan II juga tempat pameran permanen atau tetap dari hasil karya pelukis yang bergaya seniman muda atau young artist style, hasil karya yang bergaya modern traditional Balinese style. Dan, bangunan III, untuk pameran yang paruh waktu atau temporary exhibition.
Museum yang dikelola oleh Yayasan Ratna Wartha ini dibuka Setiap hari dari pukul 08:00-16:00,dan Bagi mereka atau wisatawan yang ingin berkunjung ke museum Puri Lukisan ini dikenai tiket masuk 20.000 per orang.
Di kelurahan Ubud sendiri hanya ada sebuah museum yaitu Museum Puri Lukisan, tetapi untuk di daerah kecamatan Ubud sampai tahun 2003 ini sudah ada sebanyak 4 (empat) museum lukisan,yaitu : museum Puri Lukisan, Museum Neka, Museum Arma dan Museum Rudana.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaAda juga Wanara Wana yang lebih populer dengan sebutan "Monkey Forest" karena dihuni ratusan kera yang berkembang selama ratusan tahun. "Monkey Forest" atau hutan kera, dalam bahasa Bali, disebut Wanara Wana. Selain itu, di sini juga terdapat Pura Dalem Padangtegal yang berarsitektur ornamen sangat artistik, didirikan pada awal abad ke-20. Kera-kera yang hidup di sini, semua jinak dan tidak usil, hanya terkadang kerap menunggu para pengunjung untuk memberi sedikit makanan. Tak perlu khawatir, di sini juga terdapat pawang kera yang menjaga keamanan para pengunjung.

Dengan hanya membayar tiket masuk sekitar 15 ribu rupiah Anda sudah dapat menikmati keindahan yang ada di dalamnya, dengan jarak tempuh hanya 1 jam dari Kota Denpasar. Nah, selamat berlibur ke Ubud!
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/travel-living/8341-ubud-desa-seni-penuh-inspirasi.html

Cari Blog Ini

Entri Populer

Image and video hosting by TinyPic
Diberdayakan oleh Blogger.