Minggu, 03 April 2011
00.00 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Fitryan G.Dennis
Foto : IstimewaRASA bangga langsung muncul saat dibacakan hasil laporan terbaru dari Global Language Monitor (GLM) yakni lembaga survey independen yang meriset mengenai kota-kota mode dunia melalui media cetak, elektronik, juga internet, yang menyebut Bali sebagai kote mode urutan ke-32 di dunia.
New York (Foto : Istimewa)Sementara posisi pertama dibacakan adalah New York dan posisi kedua Hongkong.
Dengan demikian, seperti yang diurai oleh Bekka Payack, koresponden mode untuk GLM Manhattan, mengatakan, naiknya kota-kota mode Asia ke peta mode dunia menunjukkan industri mode Asia semakin berkembang. Mode tak lagi milik Eropa dan Amerika melainkan sudah menjadi bahasa global.
New York kembali hadir sebagai kota mode dunia setelah sejak 2009 berhasil menggeser Milan, saat itu New York sukses dengan pagelaran Fashion Night Out-nya yang merupakan ajang promosi internasional New York Fashion Week. Dan, Bali berhasil masuk kota mode dunia setelah berhasil menyelenggarakan Bali Fashion Week-nya.
Seperti diketahui, di Asia, kota-kota mode terbaik versi GLM adalah Hong Kong, Shanghai, Tokyo, Singapura, Bangkok, dan Seoul yang baru mendapat predikat fashion capital. Saat ini Hong Kong dan Tokyo telah membuktikan diri menjadi pemimpin mode Asia lewat pekan mode enam bulanan. Dua kota tersebut menjadi kiblat tren bagi kota-kota mode Asia lain, sekaligus menarik perhatian pelaku mode internasional.
Selama ini yang kita ketahui, kota fashion selalu didominasi oleh lima kota berikut, yakni New York, Roma, Paris, Milan, dan London. Di kota-kota tersebut rutin digelar pekan mode, paling tidak dua kali dalam setahun.
Foto : Istimewa Dan,selalu ada hal baru yang ditawarkan, seperti inovasi dan kreativitas para perancang pun terus berkembang. Selain lima kota tersebut, kini Sydney dan Dubai mencuat ke permukaan sebagai kota mode berikutnya. Di antara kota-kota mode terbaru, muncul New Delhi dan Madrid. Kota Stockholm, ibu kota Swedia, juga termasuk pendatang baru dalam daftar 25 kota paling fashionable. Demikian juga dengan Cape Town di Afrika Selatan.
Sebenarnya apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi kota mode dunia? Menurut ensiklopedia online Wikipedia, fashion capital atau kota mode merupakan kawasan yang berpengaruh terhadap mode dan industri fashion yang menjadi nadi yang menghidupkan kota. Kawasan tersebut juga menjadi tempat tinggal bagi para desainer top dunia, agensi modeling, juga tempat mogul mode berkuasa.
Milan (Foto : Istimewa)Saat ini terdapat empat kota besar yang dianggap sebagai pusat mode dunia, yakni Kota Paris, Milan, New York, dan London. Masing-masing memiliki karakter dan kekuatan tersendiri yang memberi dinamika pada industri fashion. Paris misalnya, di kota Menara Eiffel ini segalanya memiliki sentuhan mode, mulai arsitektur hingga penyajian kuliner. Fashion week tak ayal menjadi agenda reguler setiap tahunnya, belum lagi dengan jadwal pergelaran tertutup yang dihelat setiap rumah mode papan atas. Markas haute couture ini menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya, baik turis mancanegara maupun pebisnis, hanya dari ajang mode.
Foto : IstimewaTidak jauh berbeda pula dengan Milan. Bila seorang desainer sudah mampu berlaga di catwalk Paris dan Milan, namanya pasti masuk jajaran perancang top dunia. Sebut saja Karl Lagerfeld, John Galliano, Marc Jacobs, Ellie Saab, Frida Giannini, Donatella Versace, Alexander McQueen, dan Vivienne Westwood yang tidak pernah absen di dua kota tersebut. Bukan hanya menjadi panggung aksi, Milan pun merupakan rumah bagi deretan rumah mode kenamaan. Chanel, Gucci, Versace, Yves Saint Laurent, Louis Vuitton, Alberta Ferretti, menetapkan markasnya di Milan, selain Paris.
Lantas, bagaimana dengan London ? London adalah rumah bagi perancang muda energik dengan semangat tanpa batas. Dari sinilah para desainer hebat bermula sebut saja Gareth Pugh, Matthew Williamson, Christopher Kane, Phillip Lim, yang kini berjaya dan disebut-sebut sebagai perancang muda berbakat. New York meraih kesuksesan berkat garis desain para perancangnya yang kontradiktif. Mendobrak citra avant garde mode dan memutarnya menjadi berhaluan dinamis, simpel, dan minimalis. Vera Wang, Oscar de la Renta, Diane von Furstenberg, Caroline Herrera, dan Tom Ford adalah beberapa di antaranya.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/fashion-beauty/8282-bali-kota-mode-dunia-urutan-ke-32.html
Dengan demikian, seperti yang diurai oleh Bekka Payack, koresponden mode untuk GLM Manhattan, mengatakan, naiknya kota-kota mode Asia ke peta mode dunia menunjukkan industri mode Asia semakin berkembang. Mode tak lagi milik Eropa dan Amerika melainkan sudah menjadi bahasa global.
New York kembali hadir sebagai kota mode dunia setelah sejak 2009 berhasil menggeser Milan, saat itu New York sukses dengan pagelaran Fashion Night Out-nya yang merupakan ajang promosi internasional New York Fashion Week. Dan, Bali berhasil masuk kota mode dunia setelah berhasil menyelenggarakan Bali Fashion Week-nya.
Selama ini yang kita ketahui, kota fashion selalu didominasi oleh lima kota berikut, yakni New York, Roma, Paris, Milan, dan London. Di kota-kota tersebut rutin digelar pekan mode, paling tidak dua kali dalam setahun.
Sebenarnya apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi kota mode dunia? Menurut ensiklopedia online Wikipedia, fashion capital atau kota mode merupakan kawasan yang berpengaruh terhadap mode dan industri fashion yang menjadi nadi yang menghidupkan kota. Kawasan tersebut juga menjadi tempat tinggal bagi para desainer top dunia, agensi modeling, juga tempat mogul mode berkuasa.
Lantas, bagaimana dengan London ? London adalah rumah bagi perancang muda energik dengan semangat tanpa batas. Dari sinilah para desainer hebat bermula sebut saja Gareth Pugh, Matthew Williamson, Christopher Kane, Phillip Lim, yang kini berjaya dan disebut-sebut sebagai perancang muda berbakat. New York meraih kesuksesan berkat garis desain para perancangnya yang kontradiktif. Mendobrak citra avant garde mode dan memutarnya menjadi berhaluan dinamis, simpel, dan minimalis. Vera Wang, Oscar de la Renta, Diane von Furstenberg, Caroline Herrera, dan Tom Ford adalah beberapa di antaranya.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/fashion-beauty/8282-bali-kota-mode-dunia-urutan-ke-32.html
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.