Sabtu, 15 Januari 2011
20.50 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Berbeda dengan Museum Affandi, museum yang terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto 167 Yogyakarta tersebut didirikan secara mandiri oleh pihak keluarga. Tanpa ada bantuan dari pemerintah sedikitpun, meski Affandi adalah salah satu maestro lukis tanah air yang sudah mendunia.
Menurut Didit, cucu Affandi yang menurunkan bakat kakeknya sebagai pelukis, mobil itu sudah berkali-kali berganti warna sesuai selera Affandi pada waktu itu.
Suasana di museum memang terasa cukup teduh. Terdiri dari empat bangunan utama, yang kesemuanya terlihat artistik dengan konstruksi menyerupai pelangi. Dimana ruang pameran pertama menampilkan karya-karya terbaik Affandi.
“Jadi mulai dari lukisan paling ujung ini bisa terlihat perjalanan lukisan. Awalnya naturalis sekitar tahun 1960an hingga akhirnya beliau menemukan gaya teknik ekspresionis dan langsung menggunakan tangan dalam setiap lukisan,” ungkap Didit.
Selain itu, terdapat studio lukis Gajah Wong yang diambil sesuai nama sungai yang persis bersebelahan dengan museum tersebut. Dibagian tengah terdapat Café Loteng, sebuah café mini dimana bangunan atas terdapat sebuah perpustakaan.
Dalam hal ini, pihak yayasan tak lupa menyediakan souvenir seperti pajangan, kaos, buku serta patung-patung yang bergambarkan sang maestro ataupun salah satu karya Affandi.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/book-arts/7324-menjelajah-museum-affandi-sang-maestro.html
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.