Sabtu, 15 Januari 2011
Foto : IstimewaFoto : IstimewaGALERI Foto Jurnalistik Antara (GFJA) bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengadakan pameran tunggal fotografi dengan tajuk “Gaza Perkasa” karya fotografer Ismar Patrizki. Acara diadakan di gedung GFJA Jalan Antara No. 59 Pasar Baru. Jakarta sejakl 29 November hingga 10 Desember 2010.

Gaza Women ( Foto : DOK GFJA)Gaza Women ( Foto : DOK GFJA)Dalam pameran tersebut, Ismar memamerkan 22 karya fotonya yang direkam langsung dari Gaza saat ia mengikuti misi kemanusiaan bersama di BSMI di Jalur Gaza pertengahan Juni 2010. “Sangat sulit untuk berburu foto di Gaza, karena keterbaasan ruang, waktu dan tidak stabilnya keamanan dan perizinan yang membuat saya kebanyakan harus memotret di dalam mobil,” jelas Ismar kepada TNOL di sela-sela pembukaan pameran fotonya.
Ismar mengatakan, untuk sampai ke kota Gaza bukan lah hal yang mudah, ia harus menunggu sepekan di Kairo, Mesir untuk memperoleh izin masuk ke Gaza. Saat izin sudah di tangan pun, jalan panjang masih harus ditempuh. Enam jam perjalanan darat dari Kairo menuju perbatasan ditambah pemeriksaan serta penggeledahan di Rafah perbatasan Mesir dan Palestina adalah tantangan lain dalam perjalanan yang Ismar tempuh.
Isma bersama Ther Ahmed dan Basuki Suartono ( Foto : Novriyadi)Isma bersama Ther Ahmed dan Basuki Suartono ( Foto : Novriyadi)“Saat ingin masuk ke Gaza, saya memang sengaja menggunakan identitas relawan, karena jika menggunakan identitas wartawan saya khawatir akan sulit untuk masuk ke kota Gaza,” Jelas Ismar.
Pengungsi ( Foto : Dok.GFJA)Pengungsi ( Foto : Dok.GFJA)Foto-foto yang dipamerkan dalam pameran ini, kesemuanya menampilkan kehidupan sehari-hari masyarakat kota Gaza yang rawan akan kofilk tersebut.”Pengungsi”,“Wall of Bullet”, “Gaza Women” dan “Playing Ground” adalah beberapa judul foto yang dipamerkan dalam pameran tersebut.
“Dari masyarakat yang saya temui di sana, ternyata mereka sangat tegar dan kuat ditengah-tengah konflik yang mereka hadapi, mereka sama sekali tidak takut menghadapi blokade dan serangan-serangan yang selalu dilakukan oleh tentara Israel,” cerita Ismar.
Ismar juga mengatakan, karena ketegaran dan keberanian masyarakat Gaza menispirasinya membuat tema “Gaza Perkasa”.
Wall of Bullet ( Foto : GFJA)Wall of Bullet ( Foto : GFJA)Ismar menetap di kota Gaza selama seminggu, selama di sana ia beberapa kali berinteraksi dengan masyarakat Gaza. Uniknya, masyarakat Gaza menerima kehadiran Ismar dan relawan Indonesia lainnya setelah masyarakat di sana tahu mereka orang Indonesia, “Saya selalu diperlakukan seperti saudara” kata Ismar.
Dalam pembukaan pameran tersebut juga hadir Taher Ahmad, First Secretary kedutaan Palestina dan Basuki Supartono Ketua Bulan Sabit Merah. Menurut Taher, ia mengucapkan terima kasih kepada GFJA, atas terselenggarakannya pameran ini, “Semoga dengan adanya pameran ini, dapat mempererat persahabatan antara Indonesia dan Palestina,” kata Taher.
Semenatara menurut Basuki, pameran ini sengaja dibuat untuk memperigati Hari Solidaritas unuk Palestina yang jatuh pada 29 November. “Semoga kita kita segera mendengar kemerdekaan yang sesungguhnya untuk Palestina,” kata Basuki.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/book-arts/7104-pameran-foto-gaza-perkasa.html

Cari Blog Ini

Entri Populer

Image and video hosting by TinyPic
Diberdayakan oleh Blogger.