Sabtu, 15 Januari 2011
20.48 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Jika ditempuh dari Pulau Bitung, Sulawesi Utara jarak tempuhnya bisa mencapai 2-3 hari serta hanya bisa ditempuh dengan kapal perintis yang hanya berlayar jika kondisi gelombang laut sedang bersahabat. Jika air laut sedang tinggi, jangan harap ada kapal yang menyambangi pulau ini.
Ketika memulai perjalanan dari Pulau Bitung, kita bisa menikmati pemandangan pulau-pulau kecil yang terhampar sepanjang Kabupaten Sitaro. Sitaro sendiri diambil dari gugusan pulau-pulau yang ada di wilayah tersebut yaitu Siau, Tagulandang dan Biaro.
Sesampainya di Miangas, kapal pun akan disambut suka cita oleh puluhan penduduk sekitar. Bukan karena kedatangan tamu istimewa, namun karena jarangnya kapal yang sampai ke pulau tersebut. Hal ini tentunya mengundang antusiasme warga untuk datang ke pelabuhan sekedar menyambut atau mengambil barang-barang titipan mereka dari pulau lain.
Jadi menyusuri pulau yang indah ini hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki karena tidak tersedia sarana transportasi umum serta fasilitas penginapan umum. Wisatawan bagaikan terdampar di pulau terasing yang masih perawan. Bagi backpacker sejati, tentunya semua itu akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berarti.
”Hanya wisatawan dengan minat khusus yang akan menemukan petualang sejati di pulau tersebut. Karena, mulai dari jarak tempuh, beragam medan yang sulit dilewati baik darat dan laut, yang akhirnya mampu diredam oleh keindahan panorama alam dan kearifan lokal masyarakat,” ujar Bambang H Suta Purwana, Peneliti Puslitbang Kemenbudpar.
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.