Sabtu, 05 November 2011
14.19 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Nama Nusa Dua berasal dari nama dua buah pulau kecil di selatan Pulau Bali yang dipisahkan dengan pasir putih. Nusa berarti pulau dan dua berarti dua. Dua pulau tandus ini tetap dibiarkan alami tanpa bangunan dan menjadi salah satu tempat kunjungan para wisatawan. Kawasan wisata Pantai Nusa Dua Bali juga dikenal sebagai kawasan wisata yang peduli pada lingkungan dan menjadikannya kawasan pertama di Asia Pasifik yang mendapatkan Green
Keistimewaan Pantai Nusa Dua seluas sekitar 350 hektar ini semakin lengkap dengan beragam fasilitas eksklusif. Nusa Dua merupakan sebuah enklave berisi resor besar internasional berbintang 5. Disebut ekslusif karena di area ini terdapat semua hal yang dibutuhkan sebuah tempat wisata, seperti pantai lengkap dengan olahraga airnya, restoran mewah dengan menu lengkap bervariasi, dan tidak ketinggalan hotel berkelas yang sangat nyaman. Anda dapat menghirup udara segar dari pohon palem dan jenis bunga sekitar kawasan ini.
Nusa Dua awalnya dikembangkan oleh BTDC (Bali Tourism and Development Council) yaitu badan swasta yang mengembangkan daerah Nusa Dua. Sebelumnya wilayah ini hanyalah bentangan alam lahan kering non produktif hingga kemudian diakuisisi oleh pemerintah tahun 1970 kemudian dikembangkan menjadi suatu proyek pariwisata berkelas dengan rancang bangun yang komprehensif dan terpadu sebagai resor wisata budaya. Pemerintah menetapkan sebuah perusahaan konsultan Perancis, yakni Centrale Société pour l'peralatan Touristique outre-Mer (SCETO) untuk menyusun rencana induk guna pengembangan pariwisata di Bali secara berkelanjutan. Rencana SCETO diusulkan kompleks resor mandiri di tepi laut, terpisah dari pusat penduduk utama untuk meminimalisir dampak pariwisata terhadap budaya Bali. Ini adalah salah satu keunikan resor wisata Nusa Dua, yakni dibangun terpisah dari Desa Bualu sebagai lokasi utama dari resor ini. Resor dengan konsep wisata budaya ini mendapat gelar sebagai salah satu dari 6 resort terbaik dunia. Tempat ini pun pernah menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim 2008.
dikutip dari: http://indonesia.travel/id/destination/470/nusa-dua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar