Sabtu, 27 Agustus 2011
08.58 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Bandung terhampar 768 meter di atas permukaan laut yang menjadikannya berudara sejuk. Berjajarnya bangunan kuno bergaya Art Deco, dan sejarahnya sebagai tujuan rekreasi dan belanja para pelancong dalam dan luar negeri, maka Bandung dahulu dijuluki sebgai “Paris of Java” atau Paris van Java.
Saat ini Bandung menjadi salah satu kota tersibuk di Indonesia. Terlebih sejak dibukanya Tol Cipularang yang menghubungkan Bandung-Jakarta, maka banyak orang Jakarta yang datang ke Bandung saat akhir pekan untuk berjalan-jalan, bersantai, atau menghilangkan kepenatan dari rutinitas ibu kota yang sesak.
Sebuah kaleidoskop penuh warna dapat Anda mulai dari tempat perbelanjaan (factory outlet, butik, distro, dan mall), gemerlapnya malam, berbagai macam kuliner bercita rasa, bangunan-bangunan berarsitektur Art Deco yang megah, juga kesenian tradisional yang mengagumkan merupakan alasan mengapa Anda selayaknya datang ke kota unik ini.
Kota Bandung dapat memberikan Anda pengalaman tersendiri yang bersifat pribadi dan unik, karena memang inilah yang diharapkan oleh masyarakat Bandung kepada setiap pengunjungnya.
Jangan lewatkan untuk mengamati bagaimana langgam Art Deco dari bangunan-bangunan di Kota Bandung. Langgam Art Deco cukup populer di Indonesia, khususnya pada gedung-gedung lama hasil rancangan arsitek Belanda di Indonesia sekitar tahun 1920-an. Banyak gedung yang didirikan dari periode tersebut dianggap mewakili arsitektur Art Deco, dan koleksi terlengkap konon terdapat di Kota Bandung.
Tahun 2001 Kota Bandung dianugerahi predikat peringkat 9 dari 10 World Cities of Art Deco sebagai kota yang banyak memiliki koleksi gedung lama berlanggam Art Deco. Beberapa gedung yang sering ditafsirkan berlanggam Art Deco di Bandung adalah Hotel Preanger, Hotel Savoy Homann, Bank Jabar, Jaarbeurs, Gedung Merdeka, serta beberapa pertokoan lama di sepanjang Jalan Braga.
Khusus untuk Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pertama tahun 1955, awalnya bernama Societeit Concordia. Dibangun tahun 1895 sebagai gedung klub, kemudian direkonstruksi tahun 1921 oleh CP Wolff Schoemaker. Nuansa konservatif terlihat kental pada pintu masuk utama dengan adanya pilar silinder sederhana bergaya Eropa yang dipercantik dengan lampu kaca pada puncaknya. Demikian juga tempelan ornamen berbentuk geometris pada bidang-bidang vertikal yang memisahkan jendela-jendela memperlihatkan unsur Eropa, gabungannya dengan aksen tradisional berupa ukiran-ukiran pada bagian sudut atas bangunan tampak menarik walaupun tidak dominan. Pada bagian sisi kanan terlihat kesederhanaan unsur modern dengan massa bangunan yang berbentuk bundar dan melingkar mengikuti pola jalan, berbeda dengan penyelesaian massa pada sisi kiri yang cenderung klasik. Selain anda mengamati arsitekturnya maka jangan ragu untuk masuk ke dalam museumnya mengingat kembali bagaimana berlangsungnya Konferensi Asia Afrika yang pertama kali dan telah mempengaruhi pandangan politik negera-negara di Asia dan Afrika.
dikutip dari: http://indonesia.travel/id/destination/496/bandung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar