Sabtu, 15 Januari 2011
20.41 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Dan, kini tak bisa dipungkiri eranya kamera digital. Dengan munculnya kamera DSLR (tidak seperti dulu) ketika belum ada era digital di dalam kamera SLR. Semua urusan memotret jauh lebih mudah, tidak perlu lagi mencetak atau membeli roll film. Tidak lagi takut hangus, tidak takut salah. Tinggal pencet tombol shutter, kita lihat di LCD Preview kalo jelek hapus aja dan ulangi lagi...benar-benar mudah dan praktis.
Era digital inilah yang membuat foto pre-wedding menjadi tren dimasa sekarang. Bak jamur di musim penghujan, hampir disetiap undangan atau di tempat-tempat pernikahan selalu saja muncul bingkai foto dengan gaya dan background lokasi yang 'wah.'
Bahkan terkadang orang mulai mencoba untuk membuat sendiri apa yang dinamakan foto pre wedding, cari lokasi sendiri, berangkat sendiri. Hingga foto-foto sendiri, ‘narsislah’ pokoknya! biar hasil nggak maksimal, gak masalah. Soalnya, bisa di edit via software foto.
Tapi, ada kalanya kita bingung ketika hendak ingin di foto pre- wedding. Baik dari segi pemilihan tempat, ataupun konsep pemotretannya. Nah, bagi Anda calon pasutri yang ingin mencoba ‘menjajal’ foto pre-wedding, mungkin beberapa saran di bawah ini bisa bermanfaat.
Pilih lokasi pemotretan
Jika lokasi pemotretannya cukup jauh ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk menginap di lokasi yang dekat dengan lokasi pemotretan. Pilihan lokasi yang tepat akan membantu Anda merasa lebih santai dan nyaman pada saat pemotretan. Sehingga akan lebih mudah mendapatkan foto pre-wedding yang bagus.
Sesuaikan dengan dekorasi dan tema pesta. Apapun pilihan tema pre-wedding Anda, sebaiknya disesuaikan dengan tema pernikahan. Agar nantinya foto pre- wedding tersebut akan senada dan masuk ke dalam dekorasi dan tema pesta.
Pilih waktu yang tepat
Untuk mendapatkan pre- wedding photo outdoor yang bagus biasanya fotografer Anda akan menyarankan agar dimulai pagi hari sekali, sekitar pukul 07.00 atau 08.00. Namun untuk konsep foto pre- wedding outdoor tertentu, mungkin Anda disarankan untuk memulai pemotretan setelah subuh, sekira pukul 4.30 pagi.
Jika pemotretan foto pre-wedding outdoor dilakukan terlalu siang mungkin cuaca sudah terlalu panas. Sehingga ekspresi foto pra- wedding Anda juga akan kurang maksimal dan lebih sulit mendapatkan ekspresi yang natural & fresh.
Sementara, melakukan pemotretan foto pre- wedding di tempat wisata, sebaiknya lakukan pemotretan di hari kerja. Karena, umumnya tempat wisata akan lebih sepi dan Anda juga akan merasa nyaman. Sebaliknya, jika melakukan pemotretan di sekitar gedung perkantoran lakukanlah di akhir pekan.
Style foto
Bebas dan Lepas! Apabila Anda dan pasangan tidak memiliki bakat model di depan kamera. Jangan berkecil hati dulu, cobalah berpose sesuka Anda berdua. Pose apapun yang membuat Anda nyaman dan merasa happy.
Jangan lupa untuk menunjukkan rasa sayang Anda terhadap pasangan. Ini bisa bermacam-macam bentuknya. Ada yang tatapan mata saja sudah cukup untuk menunjukkan rasa sayang, ataupun ada yang sebaliknya dengan mengusili atau menggodanya hingga ngambek. Apapun bentuk rasa sayang Anda, yang terpenting harus bebas dan lepas.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/entertainment/book-arts.html
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.