Sabtu, 15 Januari 2011
20.43 | Diposting oleh
blankmoon |
Edit Entri
Memang, pemeritah daerah kabupaten Pacitan menaruh ekspektasinya yang besar akan objek wisata yang satu ini. Selain, Pacitan terkenal dengan kota 1001 goa, daerah di Provinsi Jawa Timur ini juga memiliki beberapa objek wisata alam lainnya yang wajib dikunjungi.
”Beberapa lampu memang ada yang masih mati (rusak), namun sudah diganti dengan lampu neon biasa. Karena untuk mendapatkan lampu warna dengan watt yang besar hanya tersedia di kota saja,” ungkap Soeripto, kordinator pengelola objek wisata goa gong kepada TNOL.
Selain itu, bagi para pengunjung, sudah disediakan trek (jalur) masuk maupun keluar dengan pembatas stainless. Sehingga tidak perlu khawatir akan tersesat ketika berkeliling di dalam goa.
Trek menurun dan sesekali curam, membuat para pengunjung harus ’memasang’ mata ekstra. Di beberapa sudut terdapat kipas angin ukuran besar, konon fungsinya untuk mencairkan hawa goa yang cukup lembab khusunya bagi para pengunjung.
Untuk menikmati keindahan Goa Gong yang memiliki tujuh ruang dan empat sendang itu, cukup membayar tiket masuk Rp 4.000, per pengunjung dewasa dan Rp 2.500 pengunjung anak-anak. Beberapa warna ornamen goa yang semula berwarna Putih Gading atau Cokelat kekuningan masih tetap dipertahankan dengan di sinari lampu putih.
Di tengah perjalanan terdapat salah satu lorong goa berwarna kemerahan yang memiliki palang bertanda ’Dilarang Masuk.’ Menurut Darma, salah satu guide yang juga penduduk sekitar, lorong itu memang sengaja ditutup untuk keselamatan.
”Lorong itu masih cukup dalam, bisa sampai sekitar 150 meter ke dalam, masuknya juga hanya dengan cara merangkak. Memang tidak ada oksigen di dalam sana (goa) jadi nggak boleh masuk,” urai Darma.
Sebagian warga sekitar memang mengandalkan kehidupan dari goa tersebut. Karena pihak pengelola hanya memperbolehkan warga sekitar untuk berdagang di sana, baik souvenir, makanan ringan hingga jasa penyewaan senter atau guide.
Konon Goa Gong pertama kali ditemukan oleh Mbah Noyosemito dan Mbah Joyorejo pada 1924 silam. Dan dibuka untuk umum pada 5 Maret 1996. Dahulunya, warga sekitar percaya tiga sumber air yang berada di dalam goa diyakini memiliki khasiat-khasiat tersendiri.
Khasiat tersebut antara lain bisa membuang kesialan, jampiraga (jamu) yang bisa menyembuhkan penyakit. Serta air yang berkhasiat merukunkan kehidupan rumah tangga. Namun, mitos tersebut akhirnya menguap ditelan zaman sehingga keindahan goa masih tetap terjaga hingga kini.
dikutip dari http://www.tnol.co.id/id/travel-living/7663-goa-gong.html
Cari Blog Ini
Entri Populer
-
Istilah ini mulai digemari oleh anak-anak yg biasanya yang berkecimpung dipersepedahan, orang-orang kita biasa menyebutnya “Sepeda-Ronteng...
-
Mekanik Hantu Laut sedang bekerja/ Foto-foto: Novri TNOL Tak bisa dipungkiri, terkadang para bikers kurang begitu suka dengan tampilan asl...
-
Foto: Firmansyah/tnol BAGI Pencinta pesawat terbang, pastinya miniature pesawat terbang menjadi incaran mereka. Bahkan mereka akan berbur...
-
"Latar belakang saya seni grafis, belajar di Indonesia dan Jerman. Tapi bagi saya media itu tidak cukup. Ada media lain seperti insta...
-
“Bagi saya dunia seni rupa itu, apapun bentuk karya seni yang saya kreasi adalah merupakan hasil seni yang lahir dari dunia kontemplasi. H...
-
“Anda lihat pertunjukan di saung ini, suatu saat pertunjukan angklung ini akan mendunia. Kita tunggu saja” (Udjo Ngalagena, 5 Maret 1929 -...
-
Foto : Novriyadi MEMILIKI miniatur kereta api memang sangat mengasyikan, selain dapat bernostalgia dengan masa lalu, memiliki sebuah mini...
-
Iput (kanan) terlihat serius di bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOL Tempatnya tersembunyi di gang buntu yang sempit. Tapi, bengkel motor ya...
-
Pada akhir-akhir ini kita sering mendengar dan melihat berbagai bentuk karya dan usaha yang kreatif dan i...
-
“Saya percaya Tuhan seperti menanam chip di dalam setiap tubuh manusia. Kita dilahirkan untuk melakukan bidang tertentu. Tidak mungkin ras...
Diberdayakan oleh Blogger.